Ini Loh.. Ragam Keluhan Tamu Saat Kundangan, Perhatikan Biar Acara Resepsimu Jauh Dari Nyinyiran..

Posted on

Waktu menggelar resepsi menjadi gongnya suatu pernikahan untuk merayakan hari bahagianya. Segala komponen untuk menjamu para tamu undangan perlu disiapkan sebaik mungkin agar mereka yang kamu undang ikut bersukacita dalam gelaran pesta yang diadakan. Meski resepsi pernikahan menjadi momen spesial buat sang mempelai, namun kesan yang datang dari tamu undanganlah yang menjadi tolok ukur kesuksesannya. Yah, mau bagaimana lagi, ungkapan ‘tamu adalah raja’ berlaku banget dalam hal ini.

Nah, biar kelak kamu bisa menyortir kekurangan-kekurangan dalam resepsi pernikahanmu, berikut Hipwee Wedding telah melakukan investigasi singkat terkait keluhan-keluhan yang biasanya dilontarkan saat kondangan. Simak yuk, demi pesta pernikahan yang lancar dan jauh dari nyinyiran!

  • Tamu undangan terlalu banyak sementara kapasitas ruangan nggak cukup menampung semuanya “Aku paling kesel kalau tempatnya penuh banget, bikin gerah dan nggak nyaman. Nggak tahu ya, entah tamunya yang kebanyakan atau memang venue-nya yang kesempitan.”

Venue adalah hal utama yang menjadi indikator kenyamanan tamu undangan. Nggak keliru memang, sebagai tuan rumah, kamu berhak mengundang siapapun untuk hadir di momen bahagiamu. Terlebih jika kamu adalah orang yang memiliki banyak kerabat maupun teman dekat. Namun, baiknya kamu imbangi antara jumlah tamu dengan kapasitas tempat yang menunjang. Pastikan semua tamumu bisa beraktivitas dengan nyaman dan nggak kepanasan. Lagipula, bujet mengundang tamu bisa kamu alihkan ke pengeluaran lainnya yang lebih mendesak, ‘kan?

  • Terlalu lama antre salaman juga bisa bikin bete tamu undangan, lama berdiri sementara barisan menuju pelaminan masih panjang “Bete deh kalau antre salaman lama, hahaha.”

Biasanya, bagi tamu undangan umum, salaman dengan mempelai menjadi hal pertama yang dilakukan begitu sampai di venue pernikahan, baru setelahnya menyantap hidangan yang disediakan. Nah, yang kerap terjadi adalah penumpukan tamu di rute antriean. Kondisi seperti ini membuat beberapa tamu cewek mengeluhkan busananya yang kurang nyaman untuk dipakai lama berdiri. Lagipula, kurang pas juga bagi tamu paruh baya atau lansia. Baiknya pertimbangan lamanya waktu bersalaman dan berfoto-foto dengan tamu undangan, kecuali kamu mau mencoba konsep pernikahan mingle, di mana mempelai nggak sepanjang waktu berada di pelaminan.

  • Katering habis dalam waktu yang cepat. Padahal, nggak kebagian makanan itu hal yang menjengkelkan sekali “Yang sering tuh ya, kateringnya udah habis duluan padahal gue baru dateng. Sekalinya dapet makanan, eh kursinya penuh dan harus makan berdiri. Nggak kebagian itu nggak enak rasanya.”

Dalam sebuah pesta pernikahan, katering menjadi hal krusial untuk diperhatikan. Mengingat komentar tamu paling banyak adalah membahas katering yang cepat habisnya, terlepas dari enak atau nggak rasanya, ya. Banyak dari tamu yang menyepelekan dengan nggak menyediakan dua porsi makanan dari jumlah undangan yang disebar, dengan prediksi masing-masing undangan membawa serta pasangan atau keluarganya. Jika bujet terbatas, mending kurangi jumlah undangan atau memesan katering dengan rate yang lebih rendah. Beberapa kesalahan dalam menyiapkan katering juga dikupas tuntas di sini.

  • Gelaran acaranya jadi ajang reuni orang tua, hal ini dirasa kurang pas untuk tamu undangan yang berasal dari kalangan muda “Kebanyakan acara nikahan itu jadi kayak reuni orang tua. Jokes-nya rada nggak nyambung dan kadang jadi kikuk sendiri karena pas dateng malah lebih banyak yang tua-tua daripada yang seumuran.”

Nah, keluhan ini kadang nggak banyak tersampaikan mengingat tamu merasa perlu menghargai privasi mempelai dan keluarganya selaku tuan rumah. Nyatanya, memang banyak pesta pernikahan yang cenderung menjadi momen bagi orangtua mempelai berkumpul dengan kerabat dan teman-temannya. Alhasil acaranya lebih mengakomodasi para orangtua untuk merayakan hari bahagia (anak-anaknya). Yang kayak gini perlu dievaluasi lagi nih agar tamu undangan dari sang mempelai juga nggak canggung dan bisa menikmati gelaran acara yang sesuai dengan usianya.

  • Elemen hiburan yang sedikit mengganggu dan nggak pas untuk dinikmati. Ujung-ujungnya jadi bahan nyinyiran deh!

Keberadaan kelompok musik dalam suatu resepsi pernikahan difungsikan sebagai hiburan bagi segenap tamu undangan yang hadir. Namun, terkadang beberapa elemen dalam hiburan tersebut kurang diperhatikan dengan baik sehingga justru menjadi ganjalan bagi yang mendengarkan. Misalnya, sound system yang jelek sehingga merusak kualitas suara yang dikeluarkan. Belum lagi jika lagu yang dinyanyikan ternyata nggak pas dengan momen yang dirayakan. Meski mungkin hanya beberapa orang yang ngeh dengan kondisi ruwet seperti ini, tapi sudah semestinya dihindari. Baca Selanjutnya..

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *